Satu Hati untuk Safety Riding.

P1080591 copy

Bagi sebagian besar pengendara motor yang senantiasa mengikuti info seputar otomotif tentunya tidak akan asing dengan istilah safety-riding. Apalagi bagi pengendara yang aktif dalam sebuah komunitas motor. Safety riding seperti sudah mendarah-daging dalam jiwa para anggota komunitas motor.

Komunitas-komunitas motor sekarang ini rata-rata sudah menerapkan safety riding kepada para anggotanya. Begitu juga dengan komunitas-komunitas yang tergabung dalam komunitas Honda (http://www.hondacommunity.net), mendapatkan pelatihan materi teori dan praktek safety riding dari para instruktur PT. Astra honda Motor (AHM) yang terlatih. Seperti dikutip dari penuturan Julius Aslan, Direktur Pemasaran PT. AHM melalui situs http://www.astra-hondamotor.com, “Sebagai produsen motor terbesar di Tanah Air, AHM memiliki komitmen yang besar terhadap faktor keamanan dan keselamatan berkendara. Hal ini diwujudkan dengan tidak hanya menyuguhkan produk sepeda motor dengan fitur safety terlengkap dibandingkan merek lain, tapi juga dengan menggencarkan kampanye keselamatan berkendara kepada konsumen.”

Materi teori dan praktek safety riding menitik-beratkan pada atribut safety-riding, kemampuan berkendara dan pengecekan fisik kendaraan.

cs1 - Suasana sesi materi teori

Atribut safety riding meliputi :
– Jaket untuk melindungi badan dari terpaan angin dan dingin.
– Sarung tangan (disarankan yang full-finger) untuk melindungi tangan dari panas matahari, dari lontaran kerikil kendaraan didepan serta melindungi tangan dari benturan.
– Sepatu (disarankan yang menutup mata kaki) untuk melindungi kaki, baik dari benturan ataupun kontak dengan aspal ketika jatuh.
– Helm untuk melindungi kepala dari panas matahari serta dari benturan ketika terjatuh.
– Celana panjang untuk melindungi kaki dari terpaan angin, panas dan dingin serta benturan.
– Bagi yang sudah pernah mengikuti pelatihan safety riding, biasanya menambahkan pelindung  lutut dan sikut (knee-elbow protector) atau bahkan pelindung dada dan punggung.

Kemampuan berkendara meliputi :
– Slalom test untuk melatih penguasaan dan pengendalian motor ketika membelokkan setang ke kiri dan ke kanan serta mendalami teknik membetot gas yang baik.
– Narrow plank (balok titian) untuk melatih keseimbangan kita dalam mengendalikan motor ketika melewati jalan/ ruang yang sempit.
– Pengereman untuk melatih penguasaan dan pengendalian motor ketika di rem dengan beberapa teknik pengereman yang baik sesuai kondisi.

Pengecekan fisik kendaraan meliputi :
– Pemeriksaan dan pengecekan ban, roda dan rem.
– Periksa seputar kabel-kabel dan selang-selang.
– Pastikan throttle bergerak bebas, terkunci tertutup, tidak ada revving ketika setang di aktifkan.
– Periksa seputar kelistrikan (aki, lampu-lampu, soket).
– Periksa level oli mesin, termasuk periksa gasket, perumahan dan segel dari kebocoran.
– Periksa transmisi.
– Periksa rem, kopling, selang, master silinder dan kaliper dari kebocoran.
– Periksa pendingin mesin/ radiator, selang, tank, fitting dan pipa dari kebocoran.
– Periksa level tangki atau gauge. Periksa katup bahan bakar dari kebocoran.
– Periksa sasis dan swing-arm dari keretakan.
– Periksa suspense/ garpu depan dan belakang.
– Periksa dan lumasi gir set, rantai yang kendor dan gigi gir yang mungkin sudah aus.
– Periksa keleluasaan spion untuk melihat situasi di belakang.

Namun mungkin kita bisa saja menjadi sedikit lalai . Setelah memenuhi semua materi-materi tersebut di atas, kita kemudian begitu percaya diri dalam berkendara. Dengan full safety gear hingga full protector kita menjadi yakin dan begitu percaya diri tidak akan celaka/ cedera ketika jatuh. Padahal fungsi safety gear hanyalah meminimalisir dampak-dampak akibat suatu kecelakaan, tidak bisa menjamin 100% benar-benar aman.

Kondisi motor yang baik dan performa yang mantap, terkadang membuai kita untuk membetot gas lebih kencang. Padahal seperti kita ketahui bersama bahwa kondisi jalan raya di kota-kota besar di negara ini tidaklah memungkinkan kita untuk memacu kendaraan dengan kencang. Merasa sudah sangat lihai ketika slalom tes dalam pelatihan safety riding, lalu ber-zig-zag ria di jalan raya. Atau memperoleh catatan terbaik ketika melintasi narrow plank, kemudian main terobos-terobos saja di sela-sela kendaraan di jalan raya. Perbedaannya adalah kalau dalam pelatihan kita memakai cone yang statis/ tidak bergerak, ketika di jalan raya yang kita dapati adalah kendaraan-kendaraan yang setiap detiknya bisa berubah-ubah posisinya. Begitu juga dengan teknik pengereman. Merasa sangat jago dalam sesi pengereman kemudian main injak rem sembarangan, padahal pengendara yang lain belum tentu memiliki kemampuan respon mengerem sebaik kita. Kita harus bisa pandai mengkondisikan jarak pengereman kendaraan kita dengan memperhitungkan kendaraan yang dibelakang kita, bukan hanya yang didepan.

Nah, bahwasannya ada satu hal lagi yang juga cukup mendasar selain dari penguasaan materi-materi tersebut.Apakah itu?

Adalah emosi dan mental kita. Emosi yang sedang naik/ tinggi menjadikan diri kita labil. Hal tersebut akan mempengaruhi kita dalam mengendarai kendaraan. Misalnya kita baru saja mengalami hal kurang mengenakkan ketika di kantor atau di dalam rumah tangga yang kemudian memancing perasaan sedih atau marah kita. Dalam kondisi yang masih emosional tersebut jika kita kemudian mengendarai kendaraan maka akan mempengaruhi konsentrasi kita.

Amarah yang tinggi mengakibatkan cara membetot gas kita pun menjadi liar. Jika ada pengendara lain yang menyalip (apalagi sembarangan) kita akan mudah terpancing emosi. Disamping juga terkadang karena faktor kondisi jalan raya yang mungkin panas karena terik matahari atau karena suhu panas yang keluar dari mesin kendaraan, membuat badan kita menjadi gerah dan gampang marah. Sehingga membuat diri menjadi tidak nyaman. Kondisi mental ketika kita sedang labil mempengaruhi kita dalam mengambil keputusan. Misalnya kita jadi ragu akan menyalip atau tidak.

Maka pandai-pandailah kita untuk bisa membuat emosi dan mental kita senantiasa stabil ketika mengendarai kendaraan/ motor. Bagaimana caranya? Mungkin setiap orang akan mempunyai cara yang berbeda-beda. Intinya senantiasa membuat diri menjadi nyaman/ rileks saat berkendara. Nyaman dalam arti juga tidak merugikan pengendara yang lain. Beristirahatlah sebentar untuk sekedar menetralisir penat/ pikiran yang lagi emosional atau juga kecapekan.

Pepatah, “Meskipun kepala panas, hati tetap dingin” kiranya sangat tepat diterapkan saat kita berkendara. Hati yang dingin akan membuat emosional dan mental kita jadi lebih terkontrol. Maka tepat juga dengan jargon Honda, Satu Hati. Satu Hati untuk peduli pada kondisi diri sendiri dan sekitarnya pada saat berkendara (motor), Satu Hati untuk bersama mewujudkan budaya berkendara yang aman dan nyaman bagi diri kita dan pengendara yang lain.

Salam Satu Hati.

  1. mantabz…lanjoetkan😀

  1. July 11th, 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

dunia digital

teknologi digital untuk semua..

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

WIRO NyöbaMôtö

Belajar menulis dan mem-foto apa saja pas nongkrong atau Mblåkräck :)

Otoblogger Indonesia

Mari Ngobrol Tentang Otomotif

indomotoblog

One Stop Indonesian Motorcycle Blog

kDW Motoblog

All About Motorcycle News

tmcblog.com

Motorcycle News | New Product | Racing | Review |

Iwanbanaran.com

All About Automotif | Autonews | Discussion | Issue | Review | New product

jatimotoblog

Agregator blog jawa timur

setia1heri.com

Wis pokok e nulis Gan... :-D

PAGUYUBAN BeAT JAWA TIMUR

The Journey for ONE HEART Brotherhood

soerabajascoopycommunity

Just another WordPress.com site

Honda Cub Surabaya

Perkumpulan Penggemar Motor Honda C50,C70,C90 Surabaya

%d bloggers like this: