Sistem AHO Pada Motor Injeksi

headlamp vario125fi

Hati-Hati, Bisa Rusak ECU!
Teknologi motor semakin berkembang. Didukung pula oleh aturan pemerintah yang akan mewajibkan motor kudu memakai sistem injeksi. Tak pelak perlu pengetahuan ‘baru’ sebagai penunjang pemakaian motor berteknologi injeksi.

Termasuk pada kelistrikan headlamp. “Motor-motor injeksi keluaran terakhir telah memakai sistem auto headlight on (AHO). Headlamp tanpa saklar atau switch, sehingga lampu menyala begitu mesin berputar,” papar Rufinus Rony, spesialis kelistrikan otomotif.
Agar lampu depan menyala terang dan stabil diperlukan regulator. “Motor injeksi memiliki 2 model regulator. Regulator terpisah dari ECU (engine control unit, Red.) atau regulator menyatu dalam ECU,” sahut pemilik workshop Audiophile ini.

Regulator AHO tersebut mengatur kerja headlamp. Lampu menyala setelah mesin berputar. Berbeda dengan headlamp arus listrik AC yang ‘seolah-olah’ sistem AHO, yaitu menyetel saklar selalu pada posisi ‘ON’. “Coba injak kick starter namun kunci kontak posisi ‘OFF’. Pada kawat filament terlihat ada nyala kecil.”
Dari situ tampak bila terdapat switch atau kontrol headlamp dalam ECU sehingga lampu depan tidak asal nyala. “Fungsi regulator AHO untuk mesin injeksi adalah memperingan beban mesin saat start,” tambah Burhan mekanik AHASS Yota Motor, Manukan, Surabaya. “Begitu mesin berputar baru lampu nyala.”

Kelistrikan lebih rumit dari headlamp motor lawas. “Makanya perlu mengerti tentang headlamp pada motor injeksi,” tutur Dokter, sapaan Rufinus. “Jangan sekadar ganti bohlam.”
Kenapa? “Regulator AHO mengandalkan rangkaian komponen-komponen elektronik untuk mengatur nyala lampu. Rangkaian komponen elektronik tersebut memiliki batas kapasitas. Bila melebihi kapasitas bisa jebol,” ungkap Dokter.

Permasalahan akan menjadi semakin runyam bila regulator menyatu dalam ECU. “Ada kemungkinan ECU mengalami masalah pula. Kalau sudah begitu, seluruh sistem kelistrikan motor akan kacau. Padahal motor injeksi sangat membutuhkan kelistrikan yang bagus.”
Sangat disarankan untuk mengganti bohlam sesuai spesifikasi pabrikan, berdasar manual book. “Apalagi kalau belum mengerti posisi regulatornya, terpisah atau menyatu pada ECU,” tambah Dokter. “Sesuaikan daya bohlam seperti aslinya.”

Apabila memaksakan diri merombak bohlam lampu depan, “Coba memakai relay. Kontrol headlamp tetap dari ECU, namun arus listrik untuk mengaktifkan bohlam langsung mengambil setrum aki,” terang Dokter.
Meski begitu, “Sebaiknya serahkan pada ahli elektronik yang telah paham kelistrikan motor injeksi tersebut. Kudu mengerti sistem kelistrikannya sebelum melakukan modifikasi kalau nggak mau ECU bermasalah,” saran Dokter.

Hati-hati, jangan asal rombak bohlam motor injeksi.
(Source : OP)

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

dunia digital

teknologi digital untuk semua..

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

WIRO NyöbaMôtö

Belajar menulis dan mem-foto apa saja pas nongkrong atau Mblåkräck :)

Otoblogger Indonesia

Mari Ngobrol Tentang Otomotif

indomotoblog

One Stop Indonesian Motorcycle Blog

kDW Motoblog

All About Motorcycle News

tmcblog.com

Motorcycle News | New Product | Racing | Review |

Iwanbanaran.com

All About Automotif | Autonews | Discussion | Issue | Review | New product

jatimotoblog

Agregator blog jawa timur

setia1heri.com

Wis pokok e nulis Gan... :-D

PAGUYUBAN BeAT JAWA TIMUR

The Journey for ONE HEART Brotherhood

soerabajascoopycommunity

Just another WordPress.com site

Honda Cub Surabaya

Perkumpulan Penggemar Motor Honda C50,C70,C90 Surabaya

%d bloggers like this: