Perbaikan Motor Injeksi

Perbaikan injeksi-indra

Meski telah diantisipasi, namun bukan tidak mungkin pemilik motor injeksi mengalami kejadian tiba-tiba motor mogok atau tidak mau distarter.
Motor injeksi sebenarnya sudah dilengkapi dengan self diagnostic yang terletak pada indikator berupa gambar mesin. Self diagnostic tersebut akan berkedip ketika motor bermasalah. Namun pemilik motor tidak banyak yang hafal kode tersebut, kecuali bengkel resmi,” terang Ilham Wahyudi, service education PT STSJ main dealer Yamaha, Surabaya.
Lantas apa yang harus dilakukan ketika motor injeksi mogok?

Mati Total
Secara umum, trouble shooting motor injeksi, perlakukannya mirip dengan motor karburator. Ketika mogok yang pertama kali dicek adalah tangki bahan bakar, apakah ada bensinya atau tidak.
Kemudian putar kontak pada posisi on. “Perhatikan lampu indikator pada panel instrument speedometer, apakah nyala atau tidak. Sambil melakukan pengecekan terhadap lampu sein atau klakson, apakah berfungsi atau tidak,” lanjut lelaki asal Jember ini.
Menurut kesimpulan Ilham, jika semua instrument mati total, artinya tidak ada sumber arus listrik yang masuk pada perangkat elektronik.
Pendeteksian awal pada fuse (sekering), biasanya putus. Kalau putus harus ganti, perhatikan arus sekering yang digunakan. V-Ixion menggunakan sekering 20 Ampere,” tuturnya.
Kalau sekering tidak putus, kutub-kutub pada aki pun wajib ditengok. Bisa saja sambungan kutub terhalang oleh jamur akibat oksidasi. “Selain itu aki tekor juga menjadi penyebab motor injeksi mogok,” sebutnya.
Dengan mengetahui penyebab tersebut, tentu tidak perlu lagi panik ketika berhadapan dengan motor injeksi yang mogok.

Cek Fuel Pump
Fuel pump atau pompa bensin letaknya di dalam tangki. Uniknya, kalau fuel pump mengalami kerusakan, self diagnostic tidak dapat mendeteksi. Jadi, lampu pada indikator self diagnostic tidak berkedip.
Bagaimana mengetahui fuel pump mati atau tidak? Untuk mendeteksi hal tersebut sebenarnya cukup mudah. Ketika kontak on, tempelkan telinga sobat pada tangki, apakah ada suara dengungan atau tidak. Kalau dari dalam tangki adem ayem tidak mengeluarkan dengungan, berarti fuel pump koit alias mati.
Khusus untuk V-Ixion ada jeda waktu 3 detik setelah kunci pada posisi on. Karena setelah itu, dalam keadaan mesin mati, fuel pump memang tidak berfungsi. Jadi untuk mendeteksi fuel pump V-Ixion, tempelkan terlebih dahulu telinga di tangki bensin, baru putar kontak pada posisi on,” ungkap Ilham.
Untuk masalah yang satu ini, tidak ada obatnya selain ganti fuel pump di bengkel resmi. Walau demikian sobat masih dapat mendeteksi kerusakannya.

Cek Bensin
Walau sudah menggunakan pompa elektrik, bukan hal yang tidak mungkin bensin dari tangki tidak dapat turun. Seperti diketahui, di dalam tangki terdapat filter bensin dengan lubang yang sangat halus.
Kemungkinan filter bensin kotor dapat terjadi. Tahu sendiri, kan kualitas SPBU bermacam-macam. “Untuk mendeteksi bensin dapat masuk ke ruang bakar atau tidak, cara ngeceknya seperti motor karburator,” urai Ilham Wahyudi.
Lepas filter udara, tutup moncong throttle body menggunakan tangan. Kemudian buka gas sampai mentok sambil melakukan kick starter. “Kalau tangan kering, berarti bensin tidak mau turun. Kalau basah, artinya bensin masih mampu disemprotkan oleh fuel pump,” tutur lelaki ramah ini.
Dengan mendeteksi terlebih dahulu, otomatis jadi tahu apa yang harus dilakukan setelahnya. Jadi tidak akan salah bongkar.

Pengapian Mati
Busi ada umurnya. Kemungkinan mogok karena busi tidak mampu memercik api besar kemungkinan bisa terjadi. Self diagnostic dan diagnostic tool pun tidak dapat mendeteksi apakah busi mati atau tidak.
Untuk pengecekan busi, perlakukannya sama dengan motor karburator. Namun ada yang perlu diwaspadai ketika melakukan pengetesan,” sebut Ilham. Lebih lengkap dan amannya, pastikan baca boks seputar busi untuk motor injeksi.

Hati-Hati Wiring Harnees & LAS
Banyak pemilik motor yang memodifikasi tunggangannya. Entah itu ditambah fairing atau bergaya streetfighter. Ketika memodifikasi, sebaiknya perhatikan benar wiring harness dan lean angel sensor (LAS).
LAS letaknya di atas sepatbor belakang. Jika miring pada sudut tertentu akan memerintah ECU untuk tidak bekerja. Sering kejadian salah menempatkan LAS, sehingga ketika motor miring sedikit saja, mesin seketika mati. Supaya aman sebaiknya tempatkan LAS pada posisi semula,” urai Ilham Wahyudi.
Selain LAS, perhatikan juga wiring harness atau sering disebut kabel bodi. “Pernah ada kejadian, motor mogok lantaran kabel lampu sein korslet. Kabel terkelupas dan berhubungan dengan bodi, fuse pun putus. Karena tidak tahu, pemilik sering bingung. Kejadian ini disebabkan proses modifikasi yang tidak memperhatikan posisi wiring harness karena meletakkannya asal-asalan. Usahakan wiring harness jangan sampai mengalami banyak pergerakan,” tutur Ilham.

BUSI MOTOR INJEKSI
Harus Ada Huruf R-nya
Sepintas busi memang tampak sama. Tapi sebenarnya ada aturan khusus untuk mengganti busi motor bersistem injeksi. Melanggar regulasi tersebut, tanggung sendiri akibatnya.
Begini. Motor  injeksi dirancang dengan sistem kelistrikan yang sensitif. Begitu ada gangguan sedikit saja, bisa fatal dampaknya.
Gangguan kelistrikan ini dapat terjadi karena busi. “Khusus motor injeksi usahakan menggunakan busi yang memiliki hambatan. Ditandai dengan huruf R pada badan busi, yang berarti resistan,” papar Hermanu, mekanik HKU Racing Motorsport, Surabaya yang fokus riset korek harian motor injeksi ini.

Kenapa busi tanpa resistan tersebut mampu mengganggu kinerja kelistrikan motor injeksi? Busi, kabel busi sampai koil memiliki tegangan yang cukup tinggi. Putaran mesin yang terus bertambah menimbulkan tegangan listrik yang dihasilkan koil meningkat pula. Ujung-ujungnya letikan di busi makin besar.
Namun itu menjadi bahaya jika berlebihan. “Api yang besar karena tegangan menimbulkan distorsi. Distorsi ini bisa saja mengganggu sistem ECU,” jelas Rufinus Roni, punggawa Audiophile ahli elektronik dari Probolinggo.
Logikanya demikian. Misal sebuah amplifier hanya bisa mampu dipasangi 2 buah speaker. Namun karena ingin suara makin kencang ditambahlah 2 speaker lagi. Hasilnya justru jadi kacau balau, suara speaker jadi pecah dan tidak bulat.

Demikian juga busi tadi, semakin tegangan ditambah dengan cara mengurangi resistan, semakin kacau pula titik pengapiannya. “Percikan bisa menyebar dan tidak fokus,” tutur ahli elektronik yang sedang hobi foto ini.
Nah, distorsi ini di dalam kelistrikan memiliki frekwensi yang cukup tinggi sehingga berbahaya bagi ECU. “Modul elektronik bisa jebol karena distorsi tersebut. Oleh sebab itu disarankan menggunakan busi bertipe R,” ujar Hermanu. Hal ini tidak hanya berlaku pada motor injeksi saja lho, mobil pun menerapkan aturan yang sama soal busi.

Kemudian muncul pertanyaan lanjutan, kenapa justru businya yang diberi resistan? Ini ada hubungannya dengan teknologi. “Busi motor zaman dulu dirancang tanpa resistan. Hal ini karena diperangkat pengapiannya seperti kabel busi dan cop busi sudah memiliki hambatan tegangan (R). Namun untuk motor keluaran baru, hambatan pada kabel busi dan cop busi dikurangi, konsekwensinya busi yang diberi resistan,” cerita Pak Dokter sapaan Rufinus Roni.
Jadi, jika motor sobat adalah Shogun 125 injeksi, Supra X125 PGMF-I atau Yamaha V-Ixion sebaiknya perhatikan benar soal penggunaan busi. Ciri busi beresistan sangat mudah dicermati. Pada kode busi, salah satu hurufnya tertera huruf R, apakah itu di tengah atau di belakang sama saja. Contoh adalah Denso U20EPR9. Nah, huruf R diantara P dan angka 9 merupakan ciri busi beresistan.

Awas Meledak!!
Urusan cek busi sudah jadi kebiasaan kita para pengguna motor. Terutama saat ganti busi. Ritualnya simpel, tinggal tancepin busi yang mau dites ke cop busi, putar kontak On, dan kemudian sambil menempelkan ujung elektrode busi ke blok, lantas distarter.
Tapi awas, ritual macam begini bisa menimbulkan bahaya jika diterapkan di motor injeksi. “Bisa terjadi kebakaran bahkan ledakan!” warning FX Widijanto, Technical Service Instructor PT MPM, main dealer Honda Jawa Timur dan NTT.
Bisa begitu karena bahan bakar pada injeksi bertekanan tinggi. Pada Supra FI, tekanan pompa bahan bakarnya mencapai 294 kPa atau sekitar 3 bar alias 3 kali tekanan atmosfir. Atau 1,5 kali dari rata-rata tekanan udara di dalam ban belakang motor sobat.

So, begitu distarter, kabut bahan bakar jadi rawan nyelonong muncrat dari lubang busi. Kebayang kan, begitu di daerah kop itu ada percikan api dari busi yang lagi dites. Bisa-bisa langsung bluarrr.. Meledak. Gawat!
Bukan isapan jempol. “AHM (pabrikan Honda) pernah melakukan simulasi dengan tekanan bensin yang sudah direndahkan. Itu saja tetap bisa tersulut busi,” info Widi.
Tetapi itu bukan berarti busi motor injeksi gak boleh dicek. “Ritualnya mesti beda,” sebut M. Syaiful Hadi, koordinator education divisi service PT STSJ, main dealer Yamaha Jawa Timur.
Yamaha melengkapi bengkel resminya dengan alat diagnosa injeksi. Alat seharga Rp 500 ribuan ini juga bisa digunakan untuk mengecek busi. “Masuk ke mode diagnosa, lantas pilih kode diagnosa D30. Tekan tombol Mode. Perhatikan busi akan memercik 5 kali,” tunjuk Syaiful.
Meski busi memercik, ini tidak diikuti dengan injektor menyemprot bahan bakar. Karena itu bakal aman-aman saja. Tentu karena butuh tool khusus, sobat hanya bisa melakukannya di bengkel resmi.

So, jika kepepet, sekalian gak usah cek busi. “Langsung saja perhatikan dari performa motor. Kalau oke, berarti ya gak ada masalah. Lain lagi kalau mbrebet, berarti memang busi bermasalah,” tips Sudarsan, kepala mekanik Lancar Motor, bengkel dan dealer resmi Yamaha di Jl. Kenjeran 366.
Sebenarnya tanpa alat bantu, kita masih bisa gunakan trik enteng. Caranya lepas dulu soket pompa bensin yang berada di tangki saat mesin hidup. Tunggu hingga mesin mati dengan sendirinya. Dengan begitu, bahan bakar dalam slang menuju injektor telah habis.
Baru deh distarter lagi. Otomatis, tak akan ada bahan bakar yang disemprotkan, kan?
Bisa juga pakai trik lain. “Jika mau mengecek nyala busi, tutup saja lubang busi dengan busi lama,” ujar Widi. Dengan busi lama terpasang, maka bahan bakar tak mungkin muncrat keluar. Nah, cop busi tinggal dipasang ke busi baru yang dicek. Tinggal starter deh.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

dunia digital

teknologi digital untuk semua..

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

WIRO NyöbaMôtö

Belajar menulis dan mem-foto apa saja pas nongkrong atau Mblåkräck :)

Otoblogger Indonesia

Mari Ngobrol Tentang Otomotif

indomotoblog

One Stop Indonesian Motorcycle Blog

kDW Motoblog

All About Motorcycle News

tmcblog.com

Motorcycle News | New Product | Racing | Review |

Iwanbanaran.com

All About Automotif | Autonews | Discussion | Issue | Review | New product

jatimotoblog

Agregator blog jawa timur

setia1heri.com

Wis pokok e nulis Gan... :-D

PAGUYUBAN BeAT JAWA TIMUR

The Journey for ONE HEART Brotherhood

soerabajascoopycommunity

Just another WordPress.com site

Honda Cub Surabaya

Perkumpulan Penggemar Motor Honda C50,C70,C90 Surabaya

%d bloggers like this: