Perawatan Motor Injeksi

perawatan injeksi

Meski motor injeksi kini bukan pemandangan spesial, karena sudah banyak yang wara-wiri di jalanan, nyatanya masih muncul anggapan di antara kita, bahwa injeksi menjadikan perawatan motor merepotkan. Benar nggak, sih?
Teknologi tinggi memang selalu rumit. Tetapi teknologi diciptakan buat memudahkan. Nah, dengan injeksi, perawatan motor bisa lebih mudah,” terang Handy Hariko, Deputy General Manager Technical Service Division PT AHM, pabrikan motor Honda.
Mudah seperti apa? Bukankah teknologi tinggi rentan rusak? Apa saja yang mesti diperhatikan dalam merawat motor berinjeksi? Singkatnya, sistem injeksi memang memudahkan tapi ada ketentuan yang harus kita ikuti demi menjamin kinerja sistem injeksi terjaga.

Servis Tune Up
Proses servis tune-up bisa dijadikan pembanding. “Beda dengan karburator yang mekanik harus bongkar agar bisa dibersihkan. Pada sistem injeksi tak perlu itu. Makanya waktu servis bisa lebih singkat,” ungkap Handy.
Lantas bagaimana dengan lebih banyaknya jumlah komponen pada motor berinjeksi dibanding motor berkarburator? Kan, injeksi punya banyak sensor?
Meski punya lebih banyak item, komponen-komponen itu tak semuanya diservis. “Throttle body dan injektor tak perlu diutak-atik. Sementara karburator harus mempereteli spuyer-spuyer saat membersihkannnya,” lanjut Handy.
Begitu proses servis menyangkut komponen lain, mesin berinjeksi tak ubahnya dengan mesin berkaburator. Setel celah klep atau busi, ya sama saja.
Beda jika motor sudah memasuki jarak tempuh 50.000 km, perlu dilakukan pembersihan injektor dan throttle body. Sebab dalam masa pakainya, tentu throttle body dan injektor bisa kotor.

Carburator Cleaner
Jika saluran dan throttle body sudah kotor, Achiyat memberi tips untuk membersihkannya dengan menyemprotkan carburator cleaner. Tapi ingat! Harus pastikan cairan carburator cleaner tadi aman buat sensor-sensor injeksi! Biasanya sih di kemasan carburator cleaner diberi tanda soal ini.
Lebih aman lagi konsultasikan dengan dealer resmi. Bengkel resmi Yamaha, misalnya yang sudah dilengkapi peralatan khusus untuk membersihkan injektor, termasuk throttle body, yang disebut injector cleaner.

Filter Udara
Filter udara jadi komponen yang cukup vital buat dijaga kondisinya agar sistem injeksi performanya terjaga.
Caranya ya dibersihkan saat servis tune up dan ganti bila kondisinya buruk atau sudah waktunya. Untuk Supra X 125 PGM-FI, pergantian dijadwalkan tiap 12.000 km. Pada Yamaha V-ixion tiap 6.000 km. Sedangkan Suzuki Shogun 125 FI tiap 12.000 km.
Kenapa filter udara menjadi komponen yang vital? “Filter udara jadi pintu masuk pertama udara sebelum ke throttle body,” ungkap Hermanu dari bengkel spesialis injeksi HKU Motorsports Surabaya.
Itu berarti filter udara lah yang harus bekerja ekstra menyaring debu dan kotoran yang mungkin mengotori jalur throttle body. Sedangkan jalur throttle body tak bakal dibersihkan secara mekanis oleh mekanik saat servis tune up. Jika ini tak diindahkan, kotoran pun bisa menempel sepanjang jalur throttle body bahkan hingga ke ruang bakar.
Padahal, “Kotoran yang menempel ke throttle body bisa mempengaruhi kinerja sensor-sensor yang ada di throttle body. Hasilnya pembacaan ECU menjadi kurang tepat,” sebut Achiyat dari bengkel Arek Suroboyo yang biasa menanggani mobil bermesin injeksi. Karena pembacaan sensor ngaco, bisa jadi konsumsi BBM boros dan performanya menurun.
Selain menjaga kondisi filter udara, jangan pernah berpikir melepas filter udara. Karena sebelum efek debu atau kotoran yang langsung nyelonong ke throttle body terasa, maka efek spontan bakal muncul terlebih dulu, yakni menurunnya performa.
Pembacaan sensor suhu (IAT/Intake Air Temperatur) dan sensor tekanan udara (IAP/Intake Air Pressure) jadi tak tepat,” ingat Rovino Senjaya, Kepala Bengkel Suzuki Kenjeran, Surabaya.

Filter Bensin
Filter lain yang tak kalah penting adalah filter bensin. Hanya saja berbeda pada karburator, pabrikan tak menyarankan membersihkan secara mekanik filter ini. Itu karena di sistem injeksi, filter bensin punya bahan yang berbeda dibanding pada sistem karburator. Pastinya pori-porinya lebih rapat. Makanya salah-salah malah rusak saat coba dibersihkan.
Karena itu cara terbaik untuk menjaganya adalah dengan memastikan kualitas bensin. “Jangan beli bensin sembarangan. Terlebih di pinggir jalan. Yakinkan membeli bensin di SPBU yang memiliki mutu bensin dengan kebersihan terjaga,” saran Handy.
Lantas bagaimana jika sudah telanjur? “Hasil tes Honda di Jepang menunjukkan meski bensin kotor, hingga jarak 100.000 km filter tetap bisa bekerja normal,” yakin Handy yang mengingatkan untuk tidak memasukkan aditif ke bensin sebab terkadang malah merusak filter.

Volume Bensin
Berkaitan dengan menjaga kinerja filter bensin pula, sebaiknya ketinggian bensin di dalam tangki diperhatikan. Seperti yang banyak disadari oleh para pemilik motor berkarburator, jumlah bensin di dalam tangki yang relatif sedikit, seperempat misalnya, bakal cepat mengundang karat.
Ini karena jumlah udara yang banyak mengisi tangki yang sedikit berisi bensin pasti juga membawa lebih banyak kelembaban alias air,” sahut Hermanu. Kelembaban ini salah satu penyebab timbulnya karat di dalam tangki. Jika karat timbul di dalam tangki ujung-ujungnya ya menjadi sumber kotoran dalam bensin dan memberatkan kerja filter.

Tekanan Bahan Bakar
Saat servis rutin, pemeriksaan tekanan bahan bakar sangat penting. Dengan memakai fuel pressure gauge tekanan bahan bakar bisa diperiksa. Pada Supra X 125 injeksi tekanannya 294 KPa dan V-Ixion 250 KPa.
Pengecekan tersebut berguna untuk mengetahui apakah tekanan bahan bakar sudah sesuai anjuran pabrikan atau belum. Karena kalau terlalu rendah aliran bahan bakar kecil. Suplai bahan bakar bisa berkurang.
Kecilnya tekanan bahan bakar juga bisa menjadi indikasi terjadinya kebocoran pada saluran injeksi. Kalau tidak bocor pompa bahan bakar sudah lemah kinerjanya,” terang Widiyanto, instruktur di Training Center PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM), main dealer Honda Jatim dan NTT.

Rawat Konektor
Sensor yang jumlahnya banyak di sistem injeksi jelas melibatkan kabel yang lebih banyak pula. Dan di tiap penghubung antara sensor dengan unit kontrol elektroniknya terdapatlah konektor penghubung.
Nah, konektor ini tak luput dari kemungkinan terkotori. Terlebih jika motor sering menerjang banjir dan berada di lingkungan yang kotor. “Pemilik bisa melakukan langkah pro aktif dengan membersihkan konektor dengan cairan pembersih kelistrikan,” sebut Handy.
Namun awas, saat melepas konektor. Pastikan kelistrikan dimatikan terlebih dulu. Lebih aman jika kabel ground aki dilepas lantas dilanjutkan dengan kabel positif. Hal yang sama juga dilakukan saat memasang kembali konektor. Sebab, sensor bisa memberikan masukan salah kontrol unit (ECU). Sedangkan ECU bekerja menurut memori. Ketika kesalahan input terjadi ia akan tetap menyimpannya sebelum direset ulang.

Tegangan Aki
Masih seputar sensor yang memanfaatkan listrik dari aki untuk bekerja. Bila tegangan aki menurun atau bahkan melemah akan berdampak pada kinerja sensor-sensor injeksi ini. Akibatnya sinyal yang diberikan sensor ke ECU (Electronic Control Unit) ikutan melemah. Pembacaan ECU tidak maksimal. Perintah yang diberikan ke injeksi untuk menyemprotkan bahan bakar ke ruang bakar jadi kurang tepat. Pembakaran terganggu, tenaga yang dihasilkan kurang maksimal.

Untuk itu, jaga tegangan listrik aki tetap stabil dan jangan sampai kurang dari 12 Volt. “Saat servis rutin atau tiap bulan cek tegangan aki harus minimal 12 Volt,” tambah Widiyanto.

(source : R2)

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

dunia digital

teknologi digital untuk semua..

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

WIRO NyöbaMôtö

Belajar menulis dan mem-foto apa saja pas nongkrong atau Mblåkräck :)

Otoblogger Indonesia

Mari Ngobrol Tentang Otomotif

indomotoblog

One Stop Indonesian Motorcycle Blog

kDW Motoblog

All About Motorcycle News

tmcblog.com

Motorcycle News | New Product | Racing | Review |

Iwanbanaran.com

All About Automotif | Autonews | Discussion | Issue | Review | New product

jatimotoblog

Agregator blog jawa timur

setia1heri.com

Wis pokok e nulis Gan... :-D

PAGUYUBAN BeAT JAWA TIMUR

The Journey for ONE HEART Brotherhood

soerabajascoopycommunity

Just another WordPress.com site

Honda Cub Surabaya

Perkumpulan Penggemar Motor Honda C50,C70,C90 Surabaya

%d bloggers like this: