Apa Sih Injeksi Itu?

injeksi01_candra

Tahun 2014 nanti seluruh produsen sepeda motor di Indonesia diproyeksikan sudah melengkapi semua produknya dengan sistem injeksi, sebagai bagian dari upaya penerapan standar Euro 3 yang lebih ramah lingkungan, oleh pemerintah. Makanya, jangan heran kalau mulai tahun 2012 kemarin, banyak sepeda motor injeksi yang dilaunching. Ya, era sepeda motor injeksi telah tiba.
Namun demikian, masih banyak pemilik motor yang gamang dengan teknologi injeksi ini. Perawatan susah dan mahal, gampang rusak dan sebagainya.
Ironis sekali ketika teknologi lebih maju, yang tentu punya kelebihan dibanding teknologi sebelumnya, justru disikapi seperti ini. Jangan keburu percaya penjelasan subyektif mekanik bengkel umum yang beberapa malah bersikap apriori terhadap injeksi. Bisa jadi karena dia sendiri tidak paham dengan sistem kerja injeksi, sehingga men-judge karburator masih lebih baik.
Sebenarnya ada cara lebih baik untuk menyambut datangnya era injeksi ini, yakni dengan memperkaya pengetahuan dan pemahaman kita.

_H2H9127

Cara Kerja Sederhana
Cara kerja sederhana mesin injeksi sebenarnya tidak jauh beda dengan karburator. Hanya pada motor injeksi, semuanya terkontrol karena banyak sensor yang bertugas sebagai pendeteksinya.
Ibarat manusia, rasa haus muncul ketika sensor membaca tubuh kita kekurangan cairan. Sinyal tersebut dikirim ke otak, sehingga otak menggerakan tubuh untuk mengambil air dan meminumnya. Begitu…
Pada injeksi, sensor magnet mendeteksi posisi piston. Kemudian sensor pada throttle body (TB) mendeteksi suhu, tekanan dan kondisi TB itu sendiri. Semuanya mengirim sinyal pada ECU/ECM. Otak computer ini pun kemudian mengalkulasi berapa banyak bensin yang dibutuhkan dengan kondisi mesin seperti itu. Baru kemudian ECU/ECM mengirim sinyal ke injektor untuk menyemprotkan jumlah bensin yang dibutuhkan saat kondisi mesin pada pembacaan ketika itu.
Pada mesin injeksi yang sudah lebih canggih, dapat membedakan jumlah semprotan bensin ketika motor berjalan atau berhenti. Misalnya, saat top speed throttle body terbuka penuh akan berbeda dengan ketika open full TB saat motor berhenti. ECU/ECM dapat membedakan kedua kondisi tersebut. Oleh sebab itu, motor injeksi jauh lebih irit dan powerful dibanding karburator.
Komponen
Agar sistem injeksi bisa bekerja dengan baik, tentu dibutuhkan komponen-komponen yang masing-masing memiliki fungsi saling berkaitan. Dalam skala besar, komponen injeksi motor dapat dibagi menjadi beberapa bagian. Apa saja komponen tersebut?
• Sistem Saluran Bahan Bakar
Secara garis besar, sistem penyalur bahan bakar sendiri terbagi atas 3 bagian, yaitu, pompa bensin (fuel pump), Fuel Pressure Regulator (FPR), serta saluran balik yang menjadi satu dengan pompa bensin dan injektornya sendiri.
Ketika kontak on (sebelum mesin hidup), ECU/ECM memberi sinyal terhadap fuel pump untuk memberikan tekanan awal. Contohnya Yamaha V-Ixion yang memiliki tekanan bahan bakar sebesar 35,6 psi. Tekanan ini dibutuhkan agar bensin dapat membentuk kabut ketika disemprot injektor.
Pada fuel pump terdapat komponen lain yang bertugas menjaga tekanan bensin agar konstan. Komponen ini diberi nama fuel pressure regulator (FPR). Ketika putaran rendah, tidak diperlukan tekanan bensin yang terlalu tinggi. Namun saat putaran mesin naik, bensin harus berada pada tekanan tinggi.
Di sinilah fungsi FPR. Dengan menutup saluran balik yang berada pada pompa bensin, tekanan bahan bakar pada putaran tinggi pun meningkat. Namun pada motor, FPR difungsikan menggunakan pegas. Beda dengan mesin mobil yang memakai model vakum untuk buka-tutup FPR.
Muara bensin selanjutnya adalah injektor. Dari pompa bensin yang berada di dalam tangki, terdapat slang bensin yang menghubungkan ke injektor. Buka-tutup katup injektor tergantung dari pulsa yang diberikan oleh ECU/ECM.
• Throttle Body
Ini bedanya dengan karburator. Pada motor injeksi, throttle body (TB) hanya bertugas menyalurkan udara saja, karena bensin akan disemprotkan oleh injektor.
Namun isi di dalam TB tidak sesederhana itu, loh. “Di dalamnya terdapat banyak sensor pengontrol,” jelas Hermanu Kusbandono, mekanik HKU, tuner HKU Racing Motorsport, Surabaya specialist motor injeksi ini.
Sensor-sensor tersebut saling berhubungan. Baru kemudian memberi input ke ECU/ECM dan memerintahkan injektor untuk menyemprotkan jumlah bahan bakar yang sudah dikalkulasi.
Sensor tersebut terdiri dari Throttle Position Sensor (TPS), Intake Air Temperature (IAT) dan Manifold Absolute Pressure (MAP). Semuanya punya tugas masing-masing dan memberi input ke ECU/ECM.
TPS sendiri berfungsi untuk mendeteksi kemiringan throttle valve yang mengatur jumlah udara masuk. Tentunya untuk dicampur dengan bahan bakar. Misal, saat terjadi deselerasi dengan menutup penuh throttle valve. Secara otomatis TPS mengirim sinyal ke ECM/ECU agar semprotan bahan bakar dihentikan.
Beda dengan TPS. Sensor Intake Air Temperature (IAT) ini berfungsi saat terjadi perbedaaan temperatur udara isap. Pendeteksian ini dilakukan oleh thermistor. Atau bahasa kerennya disebut thermal resistor. Komponen ini akan berubah nilai tahanannya saat terjadi perbedaan suhu.
Misal, terdapat beda suhu antara pegunungan dengan daerah pantai. Nah, begitu pun udara yang masuk menuju ruang bakar. Jika temperatur di bawah 200, ECU/ECM akan memerintahkan untuk menambah jumlah semprotan bahan bakar. Maklum, udara dingin memiliki rapat massa yang jauh lebih besar dibanding udara panas. Sehingga dibutuhkan semprotan bahan bakar lebih banyak.
Sedangkan jika suhu di atas 200, ECU/ECM menganggap itu temperatur normal. ECU akan memberi sinyal kalau hal tersebut adalah kondisi ideal. Makanya, dengan otomatis ECU memerintahkan injektor untuk melakukan penyemprotan standar.
Yang terakhir adalah Manifold Absolute Pressure (MAP). “Sensor ini bekerja sesuai dengan beda tekanan. Letaknya sendiri di dalam intake manifold,” tutur Hermanu Komponen yang terdiri dari silicon chip dan melaksanakan kerjanya saat terjadi deformasi karena tekanan.
Contohnya saat throttle valve terbuka penuh. Waktu itu, nggak ada rintangan untuk menghalangi udara masuk ke dalam intake manifold. “Otomatis kecepatan kian tinggi. Tapi diikuti dengan penurunan tekanan,” ungkap mekanik yang pernah menjadi intruktur Honda ini.
Karena low pressure, sensor pun memerintahkan ECU untuk mengirim sinyal elektrik supaya injector segera menyuplai bahan bakar yang lebih banyak. Sebaliknya ketika tekanan MAP terbaca normal, maka proses penyemprotan pun akan normal.
Berbeda dengan motor Honda Spacy. Justru sensor MAP inilah yang dihilangkan. Sehingga diberikan setelan atau adjuster untuk mengutak-atiknya. Artinya, teknologi injeksi Honda Spacy PGMF-I sebenarnya tidak terlalu canggih.
Itu adalah komponen sensor utama pada motor injeksi. Beberapa motor seperti Suzuki Shogun 125 FI malah sudah dilengkapi dengan lambda sensor. Yaitu sensor pendeteksi AFR yang tertanam pada bagian leher knalpot.
Dalam bahasa kerennya, Shogun FI sudah menganut sistem ECM/ECU close loop. Sama hal pada Kawasaki Ninja 250R injeksi yang beredar tahun 2012 kemarin. Sudah menganut cara kerja close loop.
Semua sensor tersebut memberikan input pada ECU/ECM, sehinga suplai bahan bakar motor injeksi selalu akan proporsional.
• Sensor Pada Magnet
Selain sensor di dalam throttle body, pada motor injeksi terdapat pula sensor pada magnet. Bentuknya mirip pick up coil pada motor karburator. Pada Yamaha V-Ixion terdapat 11 sensor.
Sensor tersebut untuk membaca posisi as kruk dan putaran mesin. Jadi ECU/ECM dapat mendeteksi posisi piston, apakah saat langkah buang, isap atau kompresi. Semua data tersebut dikirim ke ECU/ECM ditambah dengan data dari sensor IAT, MAP dan TPS,” papar Hermanu yang sedang ambil kuliah S2 ini.
• Sensor Kemiringan
Salah satu kelebihan motor injeksi yaitu dapat mematikan mesin ketika posisi motor jatuh. Sensor yabng membaca itu adalah Lean Angle Sensor (LAS) atau Bank Angle Sensor (BAS).
Sensor tersebut membaca sudut kemiringan. Pada kemiringan tertentu, sensor memberikan sinyal kepada ECU/ECM bahwa posisi motor sedang tidak normal. Saat itu pula ECU/ECM langsung mematikan mesin. Dalam hal ini, fuel pump yang dimatikan supaya tidak mengirim bensin ke injektor.

(source : OP)

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Abdoe maggi

Jalan I Makan I Photo

Otoblogger Indonesia

Mari Ngobrol Tentang Otomotif

indomotoblog

One Stop Indonesian Motorcycle Blog

Dwidhaswara's Blog

All About Motorcycle News

tmcblog.com

Motorcycle News

Iwanbanaran.com | All About Motorcycles

Autonews | Discussion | Issue | Review | New product

jatimotoblog

Agregator blog jawa timur

setia1heri.com

Wis pokok e nulis Gan... :-D

Paguyuban BeAT Jawa Timur

The Journey for ONE HEART Brotherhood

soerabajascoopycommunity

Just another WordPress.com site

Honda Cub Surabaya

Perkumpulan Penggemar Motor Honda C50,C70,C90 Surabaya

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: